Sikap Keluarga di Era Digitalisasi
Kemajuan teknologi melahap hampir semua rumpun untuk digitalisasi berbagai hal, seperti komunikasi, mobilitas, pekerjaan, hiburan, dan lain-lain. Digitalisasi menjadi titik poin akan berbagai hal yang mulai berevolusi. Digitalisasi pun tak luput dari dampak-dampak, karena yang namanya perubahan pastinya mempunyai dampak signifikan. Dampak digitalisasi mendapat banyak perlakuan dan tanggapan dari berbagai jenis lembaga entah dari lembaga pemerintahan, lembaga masyarakat, lembaga sekolah dan terlebih lembaga pertama kita belajar dan mengevaluasi berbagai hal seperti lembaga keluarga. Pelbagai perubahan besar digitalisasi menghasilkan sebutan yang sekarang kita kenal Transformasi Digital. Transformasi digital yang dialami semua pihak memaksa dan mendorong alterasi dan transformasi etika, perlakuan, sikap, dan tanggung jawab dalam kemajuan teknologi ini.
Dalam transformasi digital ini, eskalasi teknologi memicu munculnya internet, internet sendiri diperkirakan masuk ke Indonesia pada awal tahun 1990-an, yang saat itu jaringan internet di Indonesia lebih dikenal sebagai Paguyuban Network, namun menurut sumber lain, sejak 1988 lah citizen di Indonesia sudah mulai mengakses internet. Perkembangan Internet yang pesat secara nyata berubah menjadi media baru dalam kehidupan keluarga modern saat ini. Umumnya di banyak keluarga zaman sekarang, internet hadir sebagai bagian yang sangat penting dalam kehidupan berkeluarga pada era transformasi digital ini, seminimal internet menjadi sarana untuk mendapatkan berbagai ragam jenis informasi.
Internet memiliki akses yang tidak terbatas untuk para penggunanya, sehingga banyak sekali konten yang tersedia di Internet baik yang positif maupun yang negatif. Tentunya konten positif yang menjadi alasan internet digunakan untuk terus membantu keluarga dalam mempermudah berbagai aktivitas. Namun seringkali kita jumpai konten negatif bertebaran di Internet. Tak luput dari penglihatan secara langsung maupun tidak langsung seakan mengambil peran sebagai hama. Mulai dari penipuan, pelecehan, hoax, hate-speech, sampai pornografi yang jelas-jelas menyimpang dari norma kesusilaan dan etika bersosial media. Dengan banyaknya konten negatif di dunia maya entah seberapa kecil intensitasnya, menyebabkan internet menjadi media yang kurang aman, sehingga kurangnya panduan dan pengawasan dari orangtua dapat menyebabkan kerugian yang fatal.
Dengan adanya berbagai dampak yang diterima oleh kemajuan digitalisasi tersebut, maka sangatlah diperlukan yang namanya Digital Intelligence. Digital Intelligence merupakan gabungan dari kemampuan sosial, emosional, dan kognitif, yang memungkinkan setiap individu mampu menghadapi tantangan, memanfaatkan, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan kehidupan digital di setiap perkembangannya. Digital intelligence dapat kita sebut sebagai kepiawaian dan keahlian dalam dunia digital. Salah satu aspek dari Digital Intelligence yaitu Digital Use. Dimana dalam penggunaan teknologi, seseorang harus mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan sosial dengan penggunaan teknologi dan memunculkan penggunaan teknologi yang sehat oleh masyarakat. Sehingga dapat mengambil manfaat dari adanya perkembangan teknologi dengan sebaik mungkin.
Digital Use yang merupakan salah satu aspek dari Digital Intelligence merupakan aspek yang diperlukan setiap individu, baik dewasa maupun anak muda. Sangatlah penting bagi anak-anak remaja yang sudah mengerti dengan dunia internet terlebih media sosial, untuk bisa menerapkan Digital Intelligence. Orang tua yang merupakan peran terpenting dalam sebuah keluarga, memiliki kewajiban untuk mendidik, mengawasi serta menjadi teladan bagi anak-anak nya dalam hal Digital Use. Pembimbingan ini merupakan sebuah wujud nyata dari literasi digital yang dapat ditularkan dari orangtua kepada anak-anak, terutama yang berusia di bawah 12 tahun. Pentingnya peran orangtua sebagai pendamping anak dalam menggunakan internet tidak lain karena anak belum mempunyai kecakapan teknis, pengetahuan maupun emosi dalam mengakses berbagai informasi dan hiburan melalui internet.
-Svanets, 02-12-2021
No comments:
Post a Comment